Senin, 21 Juni 2010

Untuk seseorang yang pernah dan mungkin masih mencintaiku

Bagaiman kabarmu hari ini ibu?
Sebelumnya aq ingin menyampaikan maafq untukmu bila kau marah saat kupanggil ibu. Tapi jujur, kurasa itu kata2 yang pantas bagiku untuk memanggilmu. Karena saat ini aq yakin kau sedang menjalani hari2 paling membahagiakan dalam hidupmu saat kau membesarkan putramu.
Oh ya, aq juga ingin mendoakan kedua orangtuamu dan seluruh keluargamu semoga mereka baik2 saja dan dalam lindungan Tuhan YME. Sampaikan rasa penyesalanku tak bisa menjadi menantu di keluargamu yang aku yakin selalu bahagia. Juga betapa besar sesalq tak bisa menepati janjiku untuk mengundangmu dan keluarga bahagiamu saat hari pernikahanku. Aq punya alasanku sendiri, dan bila kau berkenan membaca tulisanku ini maka kau akan tahu alasanku.
Masi ingat aq dengan kata-katamu,aq adalah orang yang keras kepala. Yang bila berkata tidak maka akan trus berkata tidak. Dan kurasa kau berhutang padaku ucapan "kurasa kau benar",sewaktu aq berkata kelak kau akan menemukan seseorang yang mencintai sepenuh hatimu lebih dari aq dan akan membuatmu bahagia waktu itu kau diantara tangismu berkata tidak. Sedang aq diantara kerasq berkata ya kau akan menemukannya. Dan hal ini terbukti dengan diamana kita berada sekarang, aq yang diantara sela2 waktu kerjaku malah  memanfaatkannya untuk menulis tulisan tentangmu sementara kau dalam dekapan hangat suamimu dan senyum indah anakmu
Yah masa lalu kita memang sayangnya tak berakhir indah,tak seindah mimpi kita berdua saat kita muda dan dimabuk asmara. Kurasa tak perlu lagi kita bahas mengapa kisah indah kita berakhir,cukuplah aq kamu dan "tambuk"q yang tau mengapa semua itu terjadi(walau aq tau kau sebenarnya membocorkan emailku ke semua teman dekatmu padahal aq meminta cukup kita saja yang tau).  Biarkan semua itu kenangan akan kebodohan dan keegoisanq terbenam dalam lubuk terdalam hati kita dan orang2 yang menyayangi kita.
Aq ingat ketika saat kau mau menikah dikala kau berkata pada temanmu untuk menyampaikan pesan sebagai balasan emailku padamu. pesanmu untukku adalah agar tak masuk lagi dalam hidupmu karna kau akan memasuki hari pernikahanmu kau berkata kau memiliki keluarga yang mencintaimu dan memaksakan kita bersama lagi hanya akan menyakiti keluargamu dan orang-orang yang mencintaimu dan aq hanya memintanya menyampaikan 1 pesan balasanku. Dia saat itu heran mengapa aq berkata seperti itu, tanpa penjelasan tanpa basa basi pesanmu hanya kujawab kata "baiklah". Saat itu aq hanya diam seribu bahasa dan tersenyum waktu dia minta penjelasan akan apa maksud dari kata baiklahku padamu. Aq hanya memintanya untuk menyampaikan jawabanku dan tidak lagi mengungkit hal ini.
Maka, sekarang ijinkan aq menjelaskan penjelasanq mengapa saat itu aq mengganggu dirimu dan pernikahannmu. 
Jujur,saat itu aku telah mencapai titik ikhlasku. Aq sendiri yang telah memilih untuk meninggalkan wanita sebaik dirimu yang mampu mengerti dan menerima aku seutuhnya. Aq sadar betapa banyak air mata darimu yang telah menetes karna kebodohanku. Apakah aq saat itu berharap bisa merebutmu darinya? Sebagian jiwaku ingin memberontak dan memaksakan cinta kita walau apa yang terjadi. Tapi..... aq sadar waktuku telah habis untuk itu. Hanya akan ada air mata dan luka lain yang tergores jika aku kembali memaksakan egoisku untuk memilikimu. Maka diantara ikhlasku,kuputuskan untuk menjawab dengan iya, karna aq tau dirimu sedalam engkau mengenalku. Aku tahu dihatimu masi ada aku, dan bila saat itu aq mengikuti egoisku sekali lagi hanya menunggu waktu bagimu untuk terbujuk untuk kembali bersamaku dan melukai keluarga dan pria yang dengan telah baik hati menemanimu saat kau terluka.
Biarkanlah tulisan ini menjadi pesan terakhirku padamu,tulisan yang mungkin takkan pernah kau baca. Karna saat kusadari betapa banyak luka yang kau rasakan karna aq, aq telah bersumpah takkan pernah lagi melukai dan menyakiti wanita yang begitu mencintai dan menyayangiku seperti dirimu. Dan itulah alasan mengapa aq memutuskan tak mengundangmu dalam pernikahanku, agar kau tak pernah lagi mengingat pria yang sedingin dan sekejam aq ini.Aq berdoa semoga bahagia akan menerangi tiap detik dalam hidupmu, dan saat kau terpuruk dan terluka semoga ingatan dan kenangan indah akan kegilaan masa muda yang pernah kita jalan bersama akan menghiburmu. Terakhir dariku,jagalah secuil bagian kecil dari hatimu yang berisi cinta tulus kepadaku,yang walau ia busuk dan tak berguna tapi ia takkan bisa kau hilangkan karna aku yakin seperti juga yang aku alami. Akan ada selalu rasa sayang dan cinta yang selalu mendekatkan kita